Upacara Adat Riau

Unik! 15 Upacara Adat Riau Yang Wajib Kamu Tahu

Wilayah Riau, yang dihuni oleh suku Melayu, memiliki beragam budaya yang menarik untuk dipelajari. Salah satunya adalah upacara adat Riau, yang dijalankan berdasarkan tujuan tertentu.

Berikut adalah macam-macam upacara adat Riau tersebut.

Berbagai Upacara Adat Riau dan Keterangannya

1. Tepung Tawar

01 Tepung Tawar

Tradisi Tepung Tawar atau Tepuk Tepung Tawar adalah prosesi untuk mendo’akan keberhasilan seseorang. Sebab, menurut kepercayaan Melayu di Riau, Tepuk Tepung Tawar dapat menawarn semua yang berbisa, menjauhkan yang menggila, semolak semua yang menganiaya, menempis yang berbahaya, serta mendinginkan semua yang menggoda.

2. Upacara Menyemah Laut

02 Upacara Menyemah Laut

Tradisi adat Riau yang satu ini, dilakukan dengan cara melestarikan lautan serta isinya, agar tetap mendatangkan manfaat bagi masyarakat setempat. Umumnya, tradisi ini diadakan oleh mereka yang mendiami daerah pesisir serta hidup dari hasil tangkapan laut.

3. Tradisi Balimau Kasai

03 Tradisi Balimau Kasai

Untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, masyarakat Kampar, Riau biasa melakukan Balimau Kasai. Acara ini bertujuan sebagai bentuk pensucian dan pembersihan diri. Air yang dipakai dalam acara ini, umumnya merupakan campuran anatarai air dan perasan jeruk limau, jeruk purut, jeruk kapas, atau jeruk nipis.

4. Tradisi Merisik

04 Tradisi Merisik

Bagi pasangan pemuda dan pemudi yang ingin menikah, maka prosesi pernikahannya akan diawali dengan tradisi Merisik. Umumnya, kegiatan ini dilakukan oleh pihak laki-laki untuk menyelidik status gadis yang hendak diperistrinya.

Orang tua pihak lak-laki, biasanya akan mengutus seseorang untuk menggali informasi dari perempuan pilihan putranya, mengenai latar belakang, kesucian, kepribadian, pergaulan, dan sebagainya. Terlepas dari itu semua, point penting yang harus didapat adalah mengetahui gadis tersebut sedang dipinang pria lain atau tidak.

5. Tradisi Meminang

05 Tradisi Meminang

Jika gadis tersebut belum dipinang oleh pria lain, maka bisa dilanjutkan ke tahap Meminang. Dalam prosesi ini, pihak laki-laki akan mengirim utusan untuk memberitahu maksud kedatangannya kepada keluarga perempuan.

Biasanya, rombongan ini berisi beberapa orang yang dituakan dan juga juru bicara. Keluarga pihak perempuan berhak menjawabnya secara langsung perihal peminangan ini, atau meminta waktu untuk berpikir terlebih dahulu.

Nah, prosesi semacam ini cukup lazim dilakukan di Indonesia. Untuk lebih lengkapnya, kamu bisa mempelajari keberagaman budaya tersebut, lewat Selasar.com. Artikel Tari Merak berikut ini contohnya.

6. Tradisi Mengantar Tenda

06 Tradisi Mengantar Tanda

Setelah pinangan diterima, maka akan dilanjutkan proses Mengantar Tenda, yakni dengan membuat ikatan janji antara kedua calon pengantin. Umumnya, pihak laki-laki akan membawa cincin emas belah rotan untuk mengadakan ikatan ini.

Dalam proses ini, juga dibicarakan berbagai hal tentang rencana pernikahan, seperti menentukan waktu pernikahan, berapa besaran uang hantaran, dan lain sebagainya.

7. Tradisi Mengantar Belanja

07 Tradisi Mengantar Belanja

Dalam tahapan ini, pihak pria akan mengirim seorang utusan untuk menghadap keluarga perempuan, guna memberikan uang belanja. Adapun pemberian uang ini sebagai bentuk gotong royong dan kebersamaan dalam mempersiapkan prosesi pernikahan.

Adapun besarannya, tergantung kemampuan pihak pria. Tapi ada juga, pihak perempuan yang mematok besarannya berapa.

8. Tradisi Menggantung

08 Tradisi Menggantung

Jika sudah mencapai tahap ini, artinya pernikahan akan segera digelar. Prosesi ini ditandai dengan mulai dihiasnya rumah calon pengantin perempuan, dengan memasang gerai pelaminan, menghias kamar pengantin, tempat tamu, serta lokasi-lokasi lainnya.

9. Tradisi Berinai Curi

09 Tradisi Berinai Curi

Sekitar 1 atau 2 hari sebelum pernikahan diadakan, kedua calon pengantin akan melangsungkan tradisi Berinai Curi, yang umumnya diadakan pada malam hari. Uniknya, pada prosesi ini, alat Berinai untuk calon pengantin pria, akan dicuri secara diam-diam dari kediaman calon pengantin pria. Sehingga, upacaranya pun disebut sebagai Berinai Curi.

Kegiatan ini dilakukan untuk pengharapan tolak bala, menghidarkan dari segala kejahatan, serta membuat paras kedua calon pengantin menjadi lebih bercahaya.

10. Berandam

10 Berandam

Sebagai persiapan menuju pernikahan, bulu roma pada wajah calon pengantin juga akan dicukur pada prosesi Berandam. Selain itu, juga akan dilakukan pembentukan alis dan anak rambut dalam acara ini.

Tradisi Berandam memiliki tujuan supaya calon pengantin memancarkan aura keindahan baik lahir maupun batin. Umumnya, kegiatan ini dilaksanakan di pagi hari usai kegiatan Berinai Curi.

11. Tradisi Belian

11 Tradisi Belian

Tradisi Belian bisa dibilang sebagai sebuah ritual pengobatan tradisional. Sebelum berkembangnya pengobatan modern, sistem penyembuhan seperti ini dianggap ampuh. Umumnya, upacara ini diadakan dengan berdo’a dan memohon supaya sembuh dari penyakit yang diidap.

12. Upacara Badewo

12 Upacara Badewo

Seseorang yang melakukan ritual Badewo, umumnya bertujuan sebagai media pengobatan tradisional atau untuk mencari barang hilang. Misalnya, untuk menemukan uang atau barang berharga lain. Kadang, barang yang dicari tersebut ketemu, tapi kadang juga gagal tidak menemui hasil.

13. Upacara Menetau Tanah

13 Upacara Menetau Tanah

Seseorang yang akan membuka lahan, baik untuk mendirikan bangunan ataupun untuk pertanian, diharuskan menggelar upacara Menetau Tanah. Hal ini dimaksudkan supaya mendapat keberkahan dari lahan yang dipakai.

14. Upacara Batobo

14 Upacara Batobo

Tradisi Batobo umumnya berbentuk gotong royong, terutama untuk pengerjaan sawah, kebun, dan lain sebagainya. Tradisi yang dilakukan oleh Suku Ocu Bangkinang ini bertujuan supaya pekerjaan bertani jadi lebih ringan, lebih mudah, dan cepat selesei.

Biasanya, dalam Upacara Batobo ini dibentuk beberapa kelompok, yang masing-masing dipimpin seorang ketua. Dalam kerja kelompok ini dikedepankan kerja tim, karena bisa memberikan hasil yang maksimal daripada kerja individual.

15. Reog Ponorogo

15 Reog Ponorogo

Reog sebenarnya adalah tradisi yang dimiliki warga Ponorogo. Namun, pada tahun 1995 kesenian ini mulai berkembang di Riau dan banyak digelar di berbagai acara, misalnya pada perayaan Tahun Baru Hijriyah. Jika dulunya Reog lekat dengan budaya mistis, seperti aksi memakan kaca, untuk pertunjukan kesenian di Riau jauh dari kesan tersebut.

***

Demikianlah infromasi lengkap mengenai upacara adat khas Riau yang diwariskan secara turun-temurun. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca sekalian, serta menjadi salah satu jalan untuk melestarikan kebudayaan asli Indonesia.

About susan

Mahasiswa perguruan tinggi Jakarta yang berdomisili di Jakarta Pusat, penyuka kucing, tanaman hias. Mempunyai minat dibidang writer dan internet marketing.