Konsep Akhlak dalam Islam

Apa Itu Akhlak ?

Kata akhlak berasal dari bahasa arab adalah bentuk jamak dari khuluq, yang berarti tingkah laku, tabiat, Perangaian atau budi pekerti. Kata ini berakar dari kata khalaqa yang bisa di artikan menciptakan. Seakar dengan khaliq atau pencipta. Mahluk yang diciptakan dan khalaq ciptaan. Kesamaan akar kata tersebut mengartikan bahwa dalam akhlak mencakup pengertian terciptanya keterpaduan antara kehendak sang pencipta dengan perilaku.

Adapun secara terminology definisi tentang akhlak adalah lahirnya perbuatan dengan mudah dan ringan, tanpa pemikiran dan pertimbangan. Dapat diartikan pula sifat yang tertanam dalam jiwa manusia secara spontan, tanpa memerlukan pemikiran atau pertimbangan terlebih dahulu, tanpa pamrih atau motif, serta tidak membutuhkan dorongan dari luar.

Hakikat Akhlakul Karimah

Secara sederhana akhlak terkait dengan persoalan baik dan buruk. Dalam islam tentunya ukuran menjadi dasar penilaian tersebut harus merujuk pada nilai ajaran islam. dengan begitu ukuran baik-buruknya satu perbuatan harus merujuk pada norma agama, bukan sekadar kesepakatan budaya dan tradisi.

Bagi seorang muslim bila kita merujuk pada definisi akhlak diatas maka akhlak merupakan manifestasi iman,islam,dan ihsan sebagai refleksi sifat dan jiwa yang secara spontan dan terpola pada diri seseorang sehingga melahirkan perilaku yang konsisten dan tidak tergantung pada pertimbangan berdasarkan keinginan tertentu.

Baca Juga : Penjelasan Iman Di situs Nyamankubro.com

Semakin mantap dan kuat keimanan seseorang semakin taat beribadah dan semakin baik pula akhlaknya. Dengan demikian akhlak tidak dapat dipisahkan dari aqidah karena kualitas dari ibadah, karena akan sangat berpengaruh pada kualitas akhlak.

Sebagai mahluk sosial dalam hidupnya, manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain. Dengan begitu,setiap individu harus hidup di masyarakat. apapun perbuatannya dapat mempengaruhi dan mempunyai makna dimasyarakat. Keadaan bahwa manusia dalam hidup ini membutuhkan bantuan orang lain menimbulkan perasaan bahwa setiap pribadi manusia terpanggil hatinya untuk melakukan apa yang terbaik bagi orang lain.

Kesadaran berbuat baik sebanyak mungkin kepada orang lain melahirkan sikap untuk mewujudkan keselarasan,keserasian, dan keseimbangan dalam hubungan antar manusia, baik pribadi maupun masyarakat. Kesadaran berbuat baik diperoleh melalui ilmu, melalui belajar serta berusaha memahami norma yang ada.

Karena manusia disebut juga hayawan Nathiq atau hewan yang berfikir yang memiliki potensi untuk belajar agar memiliki ilmu pengetahuan. Kesadaran berbuat baik merupakan manifestasi akhlak manusia itu sendiri yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Ciri Umum Akhlakul Karimah

  • Mensucikan diri dari sifat-sifat tercela
  • Tidak memiliki rasa dengki,sombong, dan mementingkan diri sendiri.
  • Tidak berlebihan dalam segala sesuatu yang dilakukan.
  • Sehat secara jasmaniah dan rohaniah yang didukung dengan lingkungan yang baik.
  • Tabah hati dalam menghadapi berbagai rintangan yang menimpa.
  • Jujur pada diri sendiri dan orang lain.
  • Kuat secara fisik ataupun psikis.

Dari penjelasan diatas jelaslah bahwa akhlak itu harus bersifat konstan,spontan, tidak temporer dan tidak memerlukan pertimbangan serta dorongan dari luar, yang dapat terbentuk baik berasal dari watak alamiah maupun kebiasaan, pembiasaan atau latian yang kemudian tertanam dalam jiwa sehingga menjadi perilaku yang melekat pada dirinya.

Namun kaitannya dalam hal ini ada dua poin yang harus kita ketahui yaitu pertama akhlaq bersifat alamiah dari watak dan kedua keadaan jiwa yang tercipta melalui kebiasaan atau latihan. Akhlak yang baik tentunya membutuhkan proses yang panjang. Kita sebagai seorang muslim senantiasa berusaha memperbaiki agar akhlak yang kita miliki lebih baik dan bisa memberi manfaat kepada orang lain.