Golongan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Assalamualaikum warahamtullahi wabarakatuh

Dalam kehidupan beragama, tujuan utama orang beragama ialah mancari ridha Allah SWT. ridha Allah itulah yang nantinya manusia harapkan agar mendapatkan kehidupan yang bahagia di dunia dan di akhirat kelak.

Selain secara garis umum untuk mencari ridha Allah, beragama merupakan suatu upaya yang secara sengaja dilakukan oleh manusia untuk mencapai ketenangan batin. Terlepas dari kehidupan dunia yang semuanya mengharuskan manusia untuk saling berebut posisi yang menguntungkan diri sendiri.

Agama hadir sebagai naungan bagi para pemeluknya, sehingga mendapatkan ketenangan batiniyah atau ketenangan jiwa. Di hari tua dimana manusia sudah tidak lagi memiliki banyak daya dan tenaga untuk mencari ketenangan.

Maka agama benar-benar hadir sebagai naungan yang paling menyejukkan dasar jiwanya. Agama Islam merupakan agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Agama Islam memiliki banyak golongan namun hanya satu yang nantinya akan masuk surga. Siapakan golongan tersebut, berikut keterangannya.

Golongan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah

Golongan ahlus sunnah wal jamaah adalah satu-satunya golongan yang mendapatkan legitimasi langsung dari Rasulullah saw. sebagai golongan yang benar, sesuai dengan yang dikehendaki Allah SWT. dalam menjalankan pemahaman syariat islam.

Diantara 73 golongan yang bakal pecah di tubuh kaum muslimin, seluruhnya akan masuk neraka kecuali satu golongan, yaitu golongan ahlus sunnah wal jamaah. Karena itu maklum, bila semua golongan Islam mengaku ahlus sunnah wal jamaah.

Siapa Golongan Ahlus SunnahWal Jamaah

Sebenarnya siapa golongan ahlus sunnah wal jamaah dan apa ciri-ciri mereka. Untuk menjawab pertanyaan ini kita tidak boleh gegabah apalagi sembrono, terlebih lagi mendistorsi keterangan yang membuat orang lain menjadi kabur dalam mengambil pengertian yang benar.

Ketika kesenangan dan kemegahan dunia telah menguasai manusia, aturan dan norma agama mulai ditinggalkan, umat menjadi rusak, dan dalam kondisi demikian Islam akan terpecah menjadi 73 golongan.

Kesemuanya dari 73 golongan tersebut akan masuk ke neraka kecuali satu golongan yaitu ahlus sunnah wal jamaah. Kenyataan bahwa di dalam Islam akan terjadi perpecahan paham diantara golongan satu dengan lainnya disuatu masa yang kelak akan terjadi, sudah digambarkan oleh Rasulullah saw.

Sebagaimana dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majjah dari shahabat ‘Auf Bin Malik, Rasulullah saw. menyebutkan bahwasanya umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan.

Dimana hanya satu golongan yang akan masuk surga dan 72 golongan yang lainnya kaan masuk ke dalam neraka. Golongan yang akan masuk ke dalam syurga itu ialah golongan ahlus sunnah wal jamaah.

Dalam memberi penjelasan mengenai siapa yang dimaksud dengan ahlus sunnah wal jamaah sebagaimana keterangan hadis di atas, Rasulullah saw. menjelaskan dalam hadis yang sama tetapi dengan redaksi yang berbeda, melalui riwayat Imam ad-Dailami dari Abdullah yazid demikian maknanya:

“Dari Abdullah bin Yazid berkata, “Rasulullah saw. bersabda:…yaitu orang yang tidak melenceng dari agama Allah, dan tetap mengikuti sunnah dengan apa yang hari ini aku lakukan beserta para sahabatku, dan tidak mengkafirkan (menuduh kafir) kepada seseorang yang bertauhid (yang mengesakan Allah) hanya karena ia berdosa.”

Melalui hadis tersebut, bahwa yang dimaksud dengan golongan yang selamat (ahlus sunnah wal jamaah) adalah golongan yang mengikuti sunnah Rasulullah saw. dan sunnah Khulafaur Rasyidin, serta tidak mengkafirkan terhadap orang Islam lain karena suatu dosa yang ia lakukan.

Jelasnya, barang siapa yang menuduh kafir terhadap muslim lain atau berpendapat yang isinya mengandung tuduhan sesaat atau kafir terhadap semua umat Islam, maka secara tidak ia sadari sesungguhnya ia sendiri yang sudah benar-benar menjadi orang kafir.

Demikianlah yang dapat kami sampaikan, apabila terdapat kesalahan kami mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga bermanfaat dan dapat memberikan pengetahuan kepada para pembaca pada umumnya.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh