Cara Menanam Porang Secara Benar

Porang atau dalam bahasa ilimiahnya adalah Amarphopallus oncohillus adalah salah satu jenis tanaman iles-iles yang banyak tumbuh di dalam hutan. Porang ini termasuk dalam tumbuhan semak yang memiliki umbi yang tumbuh di dalam tana serta menghasilkan karbohidrat. Banyak orang yang belum tahu tentang cara menanam porang untuk bisa dibudidayakan dengan benar.

Cara Menanam Porang

Tanaman porang biasanya hidup mencapai ketinggian 100-150 cm. memiliki batang yang halus dan daun berwarna hijau tua dengan akses garis yang berwarna putih. Hasil utama dari tanaman ini adalah umbi yang berada di dalam tanah. Umbi ini terdapat di setiap pangkal cabang yang mengandung biji. Cara untuk menanam porang yang benar agar memberikan hasil yang maksimal adalah sebagai berikut:

  1. Lahan Tanam

Porang ini dapat hidup pada kondisi tanah yang memiliki tekstur lempung berpasir dan memiliki pH 6-7. Lahan harus bersih dari alang-alang dan memiliki intensitas cahaya 60-7-%. Penyiapan lahan untuk tanaman porang ini adalah:

  • Untuk lahan datar Anda bisa membersihkan semak dan membuat guludan dengan ukuran lebar 50 cm dan tinggi 25 cm. Buatlah jarak antara guludan sepanjang 50 cm.
  • Untuk lahan yang miring tanah tidak perlu diolah lagi. Cukup buat lubang sebagai ruang untuk tanaman pirang tumbuh.
  1. Persiapan Bibit
  • Pilihlah anakan porang yang memiliki umur kurang lebih satu tahun dan mempunyai pertumbuhan yang sehat serta tanaman yang subur.
  • Bersihkan umbi dari tanah yang masih menempel dan akar-akarnya.
  • Simpan bibit pada ruangan atau tempt yang teduh hingga saat penanaman tiba.
  1. Penanaman dan Jarak Tanam

Waktu yang tepat untuk menanam porang ini adalah ketika musim hujan. Pada musim hujan ini debit air dalam tanah akan meningkat sehingga tanah menjadi lebih lembab dan umbi porang lebih cepat untuk tumbuh. Tahapan penanaman porang yang baik adalah sebagai berikut:

  • Bibit yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam lubang tanam satu persatu. Letak bibit yang ditaman adalah posisi bakal tunas dengan menghadap ke bagian atas.
  • Tutuplah bibit yang telah dimasukkan dengan menggunakan tanah dengan ketebalan sekitar 3 cm.
  • Hal yang perlu diingat adalah, satu lubang tanam hanya boleh dimasukkan dengan satu bibit saja.
  1. Pemeliharaan

Pada dasarnya tanaman porang ini adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh dan tidak begitu memerlukan jenis perawatan dan pemeliharaan yang khusus. Agar Anda bisa mendapatkan tanaman porang yang memiliki pertumbuhan dan hasil produksi panen yang maksimal, maka Anda bisa melakukan perawatan intensif sebagai berikut:

  1. Penyiangan
  • Penyiangan ini dilakukan dengan tujuan untuk membersihkan gulma yang bisa merebut unsur hara, air, dan mineral lainnya dari tanaman porang.
  • Penyiangan dilakukan satu bulan sekali setelah tanaman porang di tanam, dan lanjutkan sesuai dengan kondisi gulma.
  1. Pemupukan

Pemupukan dilakukan pada saat pertama kali penanaman dan dilanjutkan pada rentang waktu 1 tahun sekali di awal musim hujan. Takaran pupuk yang digunakan adalah pupuk urea 10 gram/lubang tanam dan pupuk SP sebesar 36,5 gr/lubang tanam. Cara pemberian pupuk adalah dengan menanam pupuk di sekitar batang.

Cara menanam porang yang benar akan menghasilkan kualitas dan kuantitas panen yang optimal. Porang adalah jenis tanaman yang memerlukan perlindungan, sehingga Anda perlu menanam pohon pelindung disekitarnya. Banyak ilmu yang bisa Anda dapatkan tentang tata cara budidaya tanaman porang ini di TaniMuda. Anda bisa bertanya dan mencari semua informasi tentang dunia pertanian termasuk penanaman porang ini.

About susan

Mahasiswa perguruan tinggi Jakarta yang berdomisili di Jakarta Pusat, penyuka kucing, tanaman hias. Mempunyai minat dibidang writer dan internet marketing.